Cari

Kucing Budug

serangkaian celoteh tentang apa yg melintas dikepala. itupun jika jemari ini sempat menari di keypad. @doniiblis for a quick response.

Babi Ngepet = Bullshit

Beberapa hari lalu, para penyayang hewan khususnya anjing digemparkan adanya laporan tentang anjing yg dipukuli, dianiaya karena diduga sebagai pengawal babi ngepet. 

Kejadian mengambil tempat di jl. Harun 8, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. 

image

image

Perumahan padat penduduk dengan akses jalan sempit, dan ada kebun pisang ditengah area tersebut.  Area ini yang dikabarkan tempat anjing ini terlihat mengiringi babi ngepet,  bersama 1 anjing lainnya.

image

Warga yang resah sejak tgl 24 maret mengintai lingkungan mereka sendiri,  rajin ronda dan meningkatkan kewaspadaan. Ini semua berawal dari laporan beberapa warga yang mengaku kehilangan uangnya secara misterius. Yang lalu tuduhan dilemparkan ke aksi babi ngepet yang mereka percayai sebagai biang keladi.

Tepat sabtu subuh 2 April, sekitar jam 3 subuh, warga mengaku melihat sesosok babi dikawal dua anjing melintas. Lalu mereka mengejar dan mengepung rombongan ini,  namun babi ngepet tersebut dikabarkan menghilang bagai asap,  sedangkan 1 anjing lain lolos, tertinggallah si anjing yang satu.  Dipukuli,  entah pakai apa aja,  sampai kaki kanan depan patah yg patahannya sempurna sekali tanpa remug,  pertanda hantaman benda tumpul yg sangat keras. Ada dugaan pukulan mendarat juga dikepala karena mata memerah.  Kaki kanan depan juga luka terbuka karena sabetan benda tajam. 

Warga mengikat anjing ini, di sekitar kebun pisang agar memancing si babi ngepet kembali tuk menjemput pulang si anjing.

Siang hari,  beredar kabar ini di sosmed. Ada yang japri gw via whatsapp,  ada yg mention di instagram. Macam2.  Ah, udah ada penyayang hewan yang kesana. Pasti beres lah. Gw acuhkan laporan ini dan lanjut beraktivitas di shelter bersama teman2 Animal Defenders lain. 

Sore menjelang.  Kabar bahwa di lokasi makin tidak kondusif,  anjing tidak boleh dievakuasi,  warga makin beringas,  dan kawan2 penyayang hewan di lokasi mulai mendapatkan tekanan dari warga,  seperti yang dilaporkan langsung satu anggota Animal Defenders yg kami kirim tuk memantau kondisi aktualnya,  James Chenney. 

Bergegas tim kecil Animal Defenders menuju lokasi.  Gw,  Daud dan Berli.  Ditengah jalan,  berkoordinasi dengan mbak Sisca,  disarankan untuk merapat ke Polsek Pondok Gede,  laporan ke SPK dan berkoordinasi,  sesuai instruksi dan atensi yang diberikan Pak Anjan Pramuka via mbak Sisca. 

Singkat cerita,  polisi di Polsek Pondok Gede berangkat ke TKP untuk mengamankan anjing tsb ke Polsek. Lumayan lengkap tim tsb,  ada Provoost,  KSPK, reserse,  sabhara.  Jam 21-an tim sampai di lokasi.

image

Namun di lokasi sudah padat orang.  Gw yang merapat ketengah kerumunan,  kesulitan bernegosiasi karena warga pada emosi,  dan beberapa ada yang berkata2 gak enak.  Sementara,  temen2 penyayang hewan ada di sekitar tiang listrik yg berpenerangan cukup,  dibawahnya ada si anjing yang dituduh tersebut. 

https://youtu.be/eBZrvVNcFJ0

Warga sepakat untuk menahan anjing tsb dilokasi untuk memancing babi ngepet kembali. Gw diminta warga menyediakan “logistik” begadang, kopi teh etc.  Gw sanggupin. Gw kasih 500rb. Ada yang teriak kurang.  Gw tanya,  berapa maunya? Dia gak sebut angka. Gw tambahin 500rb lagi,  jadi total 1jt. Mereka serempak “nah,  ini baru cukup buat dua hari”. Karena gw kasih uang,  maka gw minta tanda terima. Gw gak mau jadi bagian kena tipu mentah2.  Mereka mau bikinin tanda terima,  tapi mulai lempar2an siapa yang akan tanda tangan.  Lalu sepakat yang akan tanda tangan pak RT.  Tunggu punya tunggu,  lama juga. Tau2 mereka datang lagi,  balikin uangnya.  Kata mereka,  pak RT gak setuju.  Yowis.  Bagus. 

Sekitar jam 23, gw tetap di lokasi ngobrol2 sama polisi2 tadi. Anjing sudah dibawa masuk ke halaman rumah pak RT dan pintu ditutup, bbrp yg berkepentingan ada di dalam,  termasuk bbrp penyayang hewan. 

https://youtu.be/YaOXZ0kovdA

Dokter hewan yang dipanggil tuk memberikan bantuan medis,  akhirnya tiba. Ini jalan untuk mengatasi luka si anjing,  karena tidak diijinkan dibawa ke klinik manapun. 

Gw ikut menyeruak masuk rumah Pak RT dan lihat di dalam ada bu Tetty yang sedang beradu argumen dengan bersama warga yg bernada tinggi. Duduk disekitar meja tersebut,  Bimas setempat,  Pak RT,  perwakilan keamanan setempat,  polsek,  dan bbrp warga yang paling vokal tentang babi ngepet ini. 

Jawab menjawab ini menjadi meruncing,  nada mulai meninggi,  dan gw ngerasa bahwa ini makin berbahaya untuk keberadaan si anjing dan ada kecenderungan mau mengusir para penyayang hewan yg dilokasi.

Gw nimbrung,  memohon ijin bicara.  Menenangkan warga,  dengan berempati dan menjelaskan darimana gw berasal,  bertujuan mencarikan jalan yang enak buat semua.  Singkat kata,  hasil diplomasi membuahkan beberapa kesepakatan yang antara lain akses pertolongan medis diperbolehkan,  diberikan akses menjenguk dan merawat / memberikan makan si anjing,  serta jika dalam 2×24 jam anjing tidak berubah menjadi manusia,  anjing boleh kami bawa pulang. Keselamatan anjing dijamin dan tidak akan ada tindak aniaya lanjutan. 

image

Kesepakatan gw buat diatas kertas,  dicap RT dan ditandatangani gw dan pihak2 yg bersangkutan.  KTP gw difoto,  didata. Gak masalah. Kita perlu yakin dalam menghadapi masalah dan diplomatis menghadapi warga yang resah dan marah. 

https://youtu.be/F0z17DGO4z4

Sekitar tengah malam,  kami mundur dari lokasi.  Sepakat untuk menurunkan tensi di lokasi,  agar semua kondusif,  asal si anjing selamat.

Minggu siang,  gw dapat kabar bahwa beberapa kawan yang kasih makan si anjing diusir warga. Kondisi memanas lagi. 

Minggu malam,  berkomunikasi dengan menantu Pak RT,  mas Arie,  yg mengenali gw saat di TKP hari sabtu,  tentang situasi yang memanas lagi karena gesekan2 dilapangan antara penyayang hewan dan warga yang ngotot.

Disini,  gw juga dapet laporan dari temen2 yg disana bahwa ada celetukan2 “bakar aja anjingnya, orang2 ini sekalian”.  Bukan sesuatu yang enak didengar ya? Tapi kawan2 hebat.  Mereka gak merespons.  Tetap tenang.  Memang percuma meladeni. 
Beberapa teman seperti dijebak.  Mereka dipanggil ke lokasi sama pak RT atas keinginan warga,  dan disana anjing tsb dalam kandangnya,  sekelilingnya ditabur garam,  dan berharap pemilik anjing jadi2an ini akan kelojotan ketika melintas diatas garam ini,  karena anjingnya telah didoain rame2 agar lekas berubah seperti keyakinan mereka.  Mbak Dessy yang melintas diatas garam dan mengelus si anjing,  gak bereaksi apa2. Sepertinya warga yg provokator itu geram dan keluar celetukan2 yg sangat provokatif dan menghina. 

Senin tiba.  Semangat memuncak,  karena ini 24 jam terakhir si anjing disandera.  Walau ada indikasi bahwa akan ada resistensi warga tentang kesepakatan yg menyerahkan anjing ini, gw tetap optimis. Tapi tetap memperhitungkan kemungkinan2 yang ada,  dan bagaimana mengantisipasinya. 

image

image

Kemungkinan pertama,  warga menyerahkan tanpa resistensi. 

Kemungkinkan kedua, warga tidak mau menyerahkan. Ini akan memicu gesekan. Dan ini memang terindikasi jelas saat senin itu ada yang sedikit teriak di lokasi “anjingnya nanti bunuh aja,  kalo pembela babi ngepet ini ngelawan,  baru sikat semua dihabisin disini”.

Gw perlu antisipasi ini.  Otot dan kepalan, kami punya. Banyak.  Tapi bukan itu solusinya. Puter otak. Koordinasi dengan mbak Sisca,  dan diatur jadwal bertemu dengan Pak Gede Sukadi,  Kapolsek Pondok Gede siang itu.

Dalam pertemuan itu,  gw jelaskan kronologis sejak awal sampai akhir,  dinamika dilapangan bagaimana,  celetukan2 provokatif tsb,  provokator2 yang sejak hari pertama kami telah identifikasi nama dan ciri2nya dan kami setor ke beliau.  Mengejutkan,  beliau sudah tau siapa saja provokatornya dan cocok dengan apa yang kami pantau dan catat.  Tidak lupa kami jelaskan,  bahwa hasil investigasi kami di lapangan,  banyak warga yang iba terhadap anjing tersebut dan menyuruh bawa saja. 

Pak Kapolsek meminta gw dan kawan2 gak usah ke lokasi. Beliau sendiri yang akan turun dan edukasi warga. Beliau memberikan kepastian,  bahwa keselamatan si anjing akan jadi prioritas. 

Beliau ke lokasi.  Bertemu bu RT (pak RT gak ada ditempat), warga2 yg ngeyel soal anjing pengawal babi ngepet ini.  Beliau tanya,  siapa yang lihat babi ngepetnya. Tidak ada yg menjawab pasti,  cuma “katanya”. Lalu tanya ke warga yg uangnya hilang,  apakah benar si babi ngepet yang ambil? Warga tersebut jawab “perasaan saya sih begitu pak” dan lsg ditampik Kapolsek dengan kata2 “kalo perasaan doang gak bisa jadi petunjuk”. 

“Kalian cari,  siapapun yang bisa membuktikan anjing ini bagian dari babi ngepet, bisa merubah jadi apapun,  tolong panggil. Apakah itu Kyai,  Ustadz,  orang pinter,  dukun,  biayanya berapapun,  Kapolsek yang bayar”.  Tegas Kapolsek. 

Kapolsek mengakomodir keinginan warga yang minta “injury time”  dengan memancing babi ngepet dgn anjing tsb di lokasi,  jam 12 malam sampe jam 05 pagi. Anjing dibawa Kapolsek ke Polsek Pondok Gede jam 17.30 dan lsg ngabarin kr gw via telepon,  dan kami bergegas ke Polsek tuk merawat si anjing tsb.  Anjing dibawa polsek,  agar kerumunan warga berkurang dan lingkungan kondusif. Area tsb jd sangat padat,  dan rentan terjadi gesekan / tindak kriminal dan menggangu ketenangan lingkungan.

https://youtu.be/OW4rpIChvUQ

Sambil ngobrol2 ttg proses edukasi dan negosiasi dgn warga tadi,  Kapolsek menjelaskan langkah ini merupakan kewajiban kepolisian yang melihat ada keresahan di warga,  dan ada potensi melebar dan membahayakan lingkungan tsb. Beliau menyaksikan sendiri ada kotak2 “amal”  dan tarikan parkiran dadakan bagi orang2 yg mau liat si anjing. Jelas,  ini adalah yang diinginkan para provokator. Exploitasi demi kantong2 pribadi.

image

Di polsek pondok gede, standby beberapa teman2 lintas group dan individu,  antara lain Garda Satwa Indonesia,  Animal Defenders,  Liza Pieters,  Maria,  Dessy,  dan beberapa kawan lain.  Kami begadang menanti si anjing yang dibawa pihak Polsek kembali ke TKP,  dikawal sekitar 8-10 polisi dari berbagai komponen.  Ada satlantas,  reserse,  sabhara,  SPK. Kami gak khawatir sama sekali,  karena percaya sekali dengan komitment pak Kapolsek.

Menit serasa jam.  Jam serasa abad.  Kawan2 terserang kantuk hasil kelelahan selama beberapa hari. Gw sendiri menyibukkan diri dgn mondar mandir ketawa ketiwi biar gak ngantuk.

Jam yang dinanti tiba. Adzan subuh menggelegar dari Mushalla yang ada di polsek.  Gak lama kemudian,  kijang putih masuk. Gw berdiri dan loncat,  FUCK YEAH! Si anjing tetap menjadi anjing seperti yang sudah kami pastikan ahahaha,  dan ngerasa perang melawan kebodohan klenik itu sudah menang telak. 

Kawan2 lain berhamburan dan menyambut si anjing.  Ada yg terisak haru,  ada yang sibuk melaporkan kesana sini.  Semua bahagia. 

https://youtu.be/PF0qomYmc-o

Sembari menanti pak Kapolsek tiba pagi hari untuk apel,  kami tetap berada di lokasi dan berniat membawa ke klinik secepatnya. Berbincang dengan para personil yang kawal anjingnya.  Gimana kondisi di lokasi. 

“Disana gelap total bang. Gak ada yang nyalain lampu. Ngerokok aja gak boleh. Liat Hp aja gak boleh. Cahayanya bisa ganggu agenda penjebakan babi ngepet.  Warga pada bawa golok dan benda tajam lainnya.  Jalanan ditutup. Bener2 hening. Tapi pas adzan subuh kumandang,  warga bubar satu satu. Tadinya nurunin kandang anjing ini dr mobil pada semangat. Ini pas udah selesai, gak ada yang bantuin. Bubar semua” kata pak polisi itu. 

https://youtu.be/IdXEuZPge2M

Ya iyalah.  Malu pasti. Wong anjing ini ya anjing biasa.  Masa akan berubah jadi orang. Percaya akan hal kayak gini,  selain gak relevan,  juga musyrik bukan? 

Belahan dunia lain udah berlomba keluar angkasa, menciptakan energi terbarukan dengan cara2 yang menakjubkan. Sebagian dari kita disini masih percaya babi ngepet. Amazing. 

Si anjing dinamakan Strong. Pagi itu juga,  gw + Berli + Ica + Jow dari GSI bawa ke klinik Rajanti di Serpong tuk mendapatkan perawatan. Dicek darah,  dirontgen kakinya yg patah,  dan rabu siang telah selesai operasi pasang plat di kakinya dan semoga syarafnya bs berfungsi baik karena ada dugaan syarafnya rusak kena pukulan. 

Update terakhir,  ada yang mengaku sebagai pemiliknya Strong dan mau mengunjungi ke klinik. 

Pelajaran. JANGAN PERCAYA KLENIK. Dan,  JANGAN BIARKAN ANJING ANDA BERKELIARAN SENDIRIAN TANPA PENGAWASAN.  BANYAK MANUSIA BELUM JADI MANUSIA. MASIH JADI ONDEL2 DOANG. 

Iklan

Tragedi Gilimanuk dan kecerobohan owner

Berita ttg pemusnahan puluhan anjing di Gilimanuk sore ini, telah menyebar kemana2 dan sepertinya ada kekeliruan besar dibalik kasus ini.

Pertama, kita, dalam posisi pemilik anjing, jika ingin berpergian atau terlebih pindah domisili ke suatu daerah, alangkah baiknya jika kita mengecek terlebih dahulu peraturan daerah terkait atas alur masuk+keluarnya hewan, termasuk hewan2 peliharaan dan HPR (Hewan Penular Rabies) yakni kucing, anjing, kera.

Kedua, penuhi standar minimum kesehatan peliharaan kita dengan vaksin secara rutin. Simpan buku vaksin/dokumen terkait, dan bawalah serta jika berpindah tempat.

Pada kasus Gilimanuk, kita harus berimbang menyikapi. Bali ditetapkan sebagai kawasan karantina penyakit anjing gila / rabies sesuai dgn Permentan no.1696 thn 2008, dan Perda Provinsi Bali no.15 thn 2009 ttg Penanggulangan Rabies, berikut tata cara penanganannya.

Artinya, arus keluar masuk bali atas hewan penular rabies, termasuk anjing kucing, dilarang. Pelanggaran atas hal terkait, akan berimbas pada penolakan/pemulangan hewan tsb jika owner/pembawa/pengirim bisa hadir/dikontak/diminta tuk bertanggungjawab mengembalikan mereka. Jika tidak ada yg bertanggung, maka petugas karantina terkait akan melakukan tahapan paling akhir yg bs mereka lakukan, pemusnahan HPR. Logis, mereka hrs kirim balik kemana hewan2 yg tak berpenanggung-jawab ini, dan tdk mgkn meresikokan daerah lain menerima hal tsb.

Dalam hal ini, integritas petugas perlu kita hormati.

Dua kucing persia dan bbrp burung dikirim balik ke daerah asal karena ada yg bertanggungjawab.

Yg menjadi permasalahan adalah pengirim/pembawa hewan tersebut, berani2nya coba memasuki daerah yg mempunyai Perda ttg area bebas rabies dan melarang arus keluar masuk anjing kucing kera.

Karena ketidaktahuan, ketidakpedulian, atau mungkin masih menganggap petugas bs di”damaikan” dgn uang, maka hewan2 ini yg menjadi korban.

Kami menghimbau, kawan2 yg hendak mengirim anjing/kucing ke area tertentu, untuk mengecek peraturan daerah terkait terlebih dahulu. Googling mudah bukan? Daripada berujung kematian yg tdk perlu.

Daerah lainnya selain Bali ada Papua, pandeglang, NTB, Lampung, dan bbrp daerah lainnya.

Mari, jadi owner dan pemerhati hak hidup satwa yg lbh cermat, dan berimbang dalam menyikapi sesuatu. Jgn hanya bermodal emosi dan informasi yg timpang, lalu ikutan menyebarkan info yg kurang berimbang + fair.

Salam,

KITA. PENCURI.

Masih gatel mau meluruskan (lagi) soal pelekatan istilah “mencuri” bagi hewan2 yg ada disekitar kita. Bosan? Silakan. Gw gak. Ga peduli apa kata kalian, setidaknya jika satu org saja bs tergugah melalui celoteh ini, dimandikan dgn air es kala terik matahari menyengat tanpa ampun.

Mencuri.
Kucing. Anjing. Kera. Kancil.
Siapapun yg kalian tuduh mencuri itu.

Apakah mereka mencuri lebih banyak dari sekedar mengenyangkan perut mereka yg selalu rutin menggetarkan sinyal lapar alamiah?
Tidak.

Apakah mereka mengambil banyak dr kebutuhan sekali makannya dan menyimpannya di balik semak, di urukan pasir, atau bahkan di lemari makan?
Tidak.

Mereka menjalankan kodrat alami mahluk hidup. Makan untuk survival.

Patut diingat, kita lah yg berlaku sebaliknya. Ambil, keruk sebanyak2nya dr alam, buat diri sendiri, tak peduli apa.

Alam ini bisa berjalan normal saja tanpa kita, manusia.
Alam ini tidak akan compang camping jika manusia tidak ada.

Namun sebaliknya, kita akan seperti apa tanpa dukungan alam?
Apa jadinya kita tanpa tumbuhan?
Apa jadinya kita tanpa hewan?

Jangan angkuh.

Kita lah sang pencuri itu.
Kita lah yg membuat mereka mengambil sedikit dr kita.

Kenapa marah? Kan kita yg mencuri banyak dr alam.

Kita, manusia. Gagah perkasa? Mungkin.
Gagah perkasa kepada siapa? Yg lemah tak berdaya mempertahankan diri jika kita amuk? Rasanya, menjijikkan jika kita masih berlaku seperti itu.

Merasa gagahlah engkau, jika berani membusungkan dada dan menantang dgn tangan kosong, seekor beruang grizzly. Itu baru sepadan dgn arogansi kita.

Senapan digenggam. Kucing yg dijadikan target. Anjing dibantai. Sampai disitu kah rasa berkuasa mu?

Dgn sedikit “kuasa” ditanganmu itu saja, engkau telah lalim.

Bagaimana jika kuasa tersebut diperluas, ditingkatkan? Tak terbayang.

Pernah ada hewan yg semena-mena menghabisi manusia karena ingin memenuhi rasa senang saja? Jawab sendiri.

Jangan pernah labeli hewan yg bertahan hidup ini dengan MENCURI. Mereka mengambil apa yg menjadi hak mereka.

KITA YANG PENCURI.

Mengerti – Pahami – Maklumi

Bergidik, jelas. Melihat foto seekor kucing dengan genangan darah disekitar kepala, dilantai dimana dia tergolek lunglai tak bernyawa.

Yg lebih bergidik, posting ini dibuat oleh pelaku penembakan kucing ini, dan mengakui dgn bangga inilah kucing kelima dari sembilan kucing yg dia bunuh dgn senapan angin.

Pelaku udah kami, Animal Defenders Indonesia, laporkan ke Polres Sleman dengan pasal 302 KUHP ayat 2. Polisi berjanji maximal 1 minggu sudah ada follow up. Kami berharap ini akan menjadi tonggak penegakan hukum atas animal-abuse / animal-cruelty yg selama ini belum pernah berdiri tegak.

Gw ga mau bahas soal sompret diatas. Muak. Rasanya pengen eye-for-an-eye, fight fire with fire. Tapi, pada titik ini, semua udah ga bisa seperti dulu. Semua harus tertata dan lebih fokus demi tujuan jangka panjang. RIP old me.

Gw mau bahas sedikit tentang si pelaku, termasuk kita, berandil kepada perilaku si mpus.

Kenapa pelaku berlaku kejam? Awalnya, mengaku bahwa mereka adalah korban testing peluru senapan anginnya yg terbaru. Lalu melalui komen di posting tersebut, menyatakan bahwa itu dipicu pelaku kesal karena kucing2 tersebut sering mencuri di rumah pelaku.

Sebentar. Ada yg mau langsung gw protes dulu. Ini biasa terjadi dimana, bahwa kita menggunakan definisi kita atas apa yg dilakukan oleh binatang. Jelas, gw merasa perlu untuk memposisikan ini dalam kondisi yg lebih adil, lebih proporsional.

Kucing, mencuri, menurut definisi manusia, kita. Kenapa dia mencuri? Karena dia mengikuti insting survival. Dia harus makan, no matter what. Apakah dia akan makan dr sampah-sampah kalian, apakah dia akan berburu hewan mangsa dia, apakah dia akan menyelinap diantara kaki kalian kala kalian bersantap dirumah makan, apakah dia harus beraksi sampai ke meja makan kalian, itu adalah survival. Kucing, ga bs berkata gamblang “saya lapar, tolong kasih makan saya”. Tapi kucing yg biasa berinteraksi dgn manusia, akan mengeong. Bunyi dan intonasinya beda. Perhatikan. Beda nada dan intonasinya dengan tujuan lain dia. Kalian, maaf, kita, yg harus lebih peka. Oh, ini dia lapar. Kita WAJIB bantu si mpus.

Si mpus ini apakah bisa utang ke warung kala dia lapar? Tidak.

Si mpus ini apakah bisa minta ke temannya, kala dia lapar? Tidak.

Si mpus ini apakah bisa membeli makanan ke warung? Tidak.

Si mpus, karena lingkungan yg semakin tidak menyediakan makanan buat dia, akan “menginvasi” area makan kalian. Akan mempertahankan hidupnya, dgn apapun cara dia mendapatkan makan. Kenapa dia menginvasi area makan / meja makan kalian? Karena dia lapar. Kenapa lapar? Karena, mungkin, cara mudah menemukan makanan disekitar dia, makin susah. Kenapa makin susah? Karena, perkembangan lingkungan yg makin tidak mendukung dia cari makan. Atau, kalian tidak mau membantu dia. Hey, lo bisa pake gadget bagus, baju keren2, kendaraan punya, dan sederet apalah itu di daftar property lo, tapi lo ga mau berbelas kasih sediain makan buat mereka? Oh yeah. Great.

Lo mau kucing2 ini ga “mencuri”? Sediakan makanan. Simple, right?

Lo mau kucing2 ini ga sembarang boker / kecing? Kita bantu sediakan bak-bak plastik berisi pasir zeolit. Ini akan sangat membantu mengurangi pup+pee mereka dimana2. Pasir zeolit bs kalian cuci, bersihkan, lalu jemur dan dipake ulang. Hanya butuh sejumput kerelaan dan sebungkus niat membantu, semua beres.

Ketika kita melihat ada kesalahan dari mahluk lain, dalam hal ini, kucing, kita punya andil disitu. Kita, ikut bersalah. Kita, punya kemampuan mengkoreksi kesalahn tersebut. Terkutuklah kita, yg mempunyai kemampuan mengatasi masalah, namun berdiam diri. Ga mau repot. Ga mau mengurangi “kesalahan” si mpus yg efeknya ke kita dan lingkungan. Tapi hanya bisa menuding si mpus yg bersalah. Kalian meneruskan bibit tirani yg memang telah tertanam di manusia, kodratnya.

Ada di comfort zone, lalu menjadi malas tuk berbuat, lalu masuk ke zona “komentator” alias kaum yang cuma bisa cuap2, komen sana sini, cuma bisa marah2, cuma bisa sibuk ngomel di socmed, dan cuma ambil tindakan pintas mengatasi masalah tanpa bijak melihat apa yg menjadi permasalahan sejatinya. Oh yeah.

Maju selangkah lagi yuk. Kita keluar, dari comfort zone kita. Ga muluk2 ngarepin lo ikut join di battle zone. Cukup keluar 1cm dari zona nyaman kalian, repot2 sedikit buat si mpus. Mengerti dia, pahami. Maka kalian akan maklum. Dengan maklum, kalian akan tidak merasakan gangguan apapun.

Mengerti – pahami – maklumi. Tiga urutan yg sebaiknya kita pakai dalam menganalisa sesuatu seperti ini.

Maukah kalian?

Semua kembali ke nurani.

Tengok sedikit ke dalam situ.

Sibak.

Masih ada di hatimu? Bagus.

Selamat. Anda harus bergerak. Demi mpus-mpus dan mahluk2 lain yg butuh bantuan diluar sana.

Butuh lebih dari sekedar komen atau nyinyir tuk bisa ubah dunia.

Gw percaya, lo bisa.

Salam…

Mengatasi anjing/kucing yg takut suara petasan

Malam pergantian tahun akan segera tiba.
Kebiasaan (barbar) yg selalu berulang akan segera kembali menghantui: ledakan petasan dan kembang api.

Para pawrents atau kawan2 yg memelihara anjing dan kucing, tentunya akan waswas. Ketakutan dan paniknya anak2 ini akan menjadi kekhawatiran tersendiri. Berikut tips berdasarkan pengalaman pribadi handling anjing2 yg takut akan suara2 ledakan petasan / kembang api.

1. Bersiaplah diantara mereka, saat frekwensi ledakan akan banyak terjadi.

2. Bangun atmosfer tenang, luwes dan canda. Bermain2lah dgn mereka.

3. Saat terjadi ledakan petasan, tetap tenang. Like nothing happened. Jgn berteriak2 nyumpahin petasan, toh dia udah meledak. Hehehe.

4. Sifat tenang kalian, akan diserap dan diterjemahkan oleh anjing/kucing kalian, bahwa bukan sesuatu yg hrs ditakutkan ttg suara ledakan tsb.

5. Jgn memarahi anjing/kucing yg panik dan ditimpali dgn kata2 perintah lain dgn nada tinggi. Its useless. Jgn gunakan “reinforcement”, namun gunakan pendekatan psikologis. Jadilah panutan mereka.

6. Ketika mereka ketakutan, JANGAN DIELUS/PELUK. Kenapa? Hal tsb adalah konsep “rewarding” alias “hadiah” atas perilaku. Anjing/kucing akan merasa ketakutan mereka, perilaku panik mereka, diperbolehkan dan mendapatkan perlindungan sang owner. Ini salah.

7. kala mereka ketakutan, tetap tenang. Terus becanda. Tatap mata mereka, teduh saja. Tapi tanpa elusan.

8. Sebaiknya dijaga sekeliling lingkungan, misalnya pagar terkunci benar, pintu tertutup, etc. Agar menghindari lari/kaburnya anjing/kucing saat membiasakan mereka dgn suara mengagetkan ini.

9. Saat petasan/kembang api mereda, dan mereka bisa tenang, reward lah mereka, elus dan sayang2 serta katakan “GOOD”. Ini akan membangun kepercayaan diri mereka.

10. Tiada yg instan. Ini proses. Ayo tekun. Pahamilah, bahwa anda pun terganggu dgn suara petasan. Demikian mereka. Jgn bereaksi terlalu keras ketika mereka tdk menunjukkan hasil. Mgkn lbh baik kita introspeksi diri: apakah kita sudah tenang, apakah kita sudah menjadi panutan, apakah kita sudah dipatuhi sbg pack leader.

Selain upaya defensif ini, tentunya kita harus terus kampanyekan ke sekeliling kita, bahwa petasan dan kembang api yg suaranya mengagetkan / memekakan telinga adalah hal yg negatif dan tidak berimplikasi bagus buat sekeliling.

Pembeli dan Penyulut petasan pun tutup kuping saat mereka sulut petasannya. Udah beli, kenapa malah tutup kuping dan bukannya menikmati suaranya? Hehehe. Atau mending mereka suruh pasang saja dikamar masing2. Enjoy it (“,)

Well then, keep calm and assertive. Be a good pack leader.

Salam

Liputan Animal Defenders di Metrotvnews.com -Komunitas Pelindung Hewan

http://m.metrotvnews.com/read/newsprogram/2013/08/20/18788/695/Komunitas-Pelindung-Hewan/Wideshot

Liputan Animal Defenders di Metrotvnews.com -Komunitas Pelindung Hewan

http://m.metrotvnews.com/read/newsprogram/2013/08/20/18788/695/Komunitas-Pelindung-Hewan/Wideshot

Donasi Shelter

Kawan2 yg ingin membantu shelter dan rescue, baik lepasan maupun rutin bulanan:

Donasi aktivitas shelter, rescue, pemeliharaan, vet, kennel boys, etc:

BCA 8810255201 a/n Doni Herdaru Tona.

Donasi pun bisa berupa dogfood+catfood atau bahan bangunan. Saat ini 3-9-2013 populasi di shelter ada 68 anjing dan menghabiskan 1 karung dogfood 20kg minimum per hari.

Makanan tambahan berupa kepala ayam/ceker/ati ayam atau daging lainnya juga diterima dgn senang hati.

Agenda pembangunan masih panjang, namun yg kami perlu bangun skrg adalah rumah kucing dalam shelter.
Untuk pembangunan, gunakan rekening ini:

rek mandiri 006-00-0746425-2 a/n Doni Herdaru Tona
KCP Jkt Rawamangun Pegambiran

Shelter terbuka tuk kunjungan publik, setiap hari 09.00 – 18.00.

Alamat shelter akan kami berikan, silakan kontak via line: doniiblis atau whatsapp 081219781976

Adopsi gratis, langsung dr shelter, datang dan berinteraksilah dgn pilihan2 anda, and let us see how the chemistry goes 🙂

Pun, bisa cek adoption list di
http://www.animal-defenders.net

Salam,
Animal Defenders

Loyal Opponent

Tuhan….

Begitu mereka memanggilmu.
Namun tidak bagiku.

Namun agar mudah mencerna,
Mari kita panggil seperti itu saja.

Tuhan, maafkan aku atas banyak hal.
Maafkan aku, tidak mengakuimu.
Maafkan aku, banyak memiliki tanya akan konsepsimu seperti org2 normal.

Tuhan, seperti deskripsi mereka, engkau maha mengetahui dan maha merencanakan.
Maka inilah aku berdiri, bagian dari rancanganmu selama ini.
Dimana aku berdiri tak memperdulikanmu sama sekali.

Tuhan, jika engkau maha pengasih, limpahkan kasihmu kepada orang yg tak berbelas kasih, agar keseimbangan terjadi.

Tuhan, terimakasih atas semua teka-teki hidup.
Engkau tentunya membuat bingung umatmu yg bertanya jika berpijak sepertiku.
Jika ada kejahatan terjadi, mengapa engkau biarkan? Jika engkau sanggup namun diam saja, engkau kejam. Jika engkau mau bertindak tp tak berdaya, maka engkau tidak kuasa. Jika engkau tidak sanggup dan tidak bs bertindak, bagaimana dgn deskripsi tadi, ya Tuhan?

Apapun, ada engkau ataupun tidak, dunia harus berimbang. Alam kami sekarat. Bantu kami, sentil umatmu yg sotoy ttg dirimu bahkan aku yg sok monolog kepadamu.

Sampai Jumpa….

Sincerely,
Your Loyal Opponent

Blog di WordPress.com.

Atas ↑