Cari

Kucing Budug

serangkaian celoteh tentang apa yg melintas dikepala. itupun jika jemari ini sempat menari di keypad. @doniiblis for a quick response.

bulan

September 2012

Rock n Roll : Pelepasan Komunal

Rock N Roll. Dan turunannya, adalah anugrah.

Pada 16 Sept 2012 lalu, pagelaran Bandung Rockin’ Fest diselenggarakan. Bertempat di tangsi militer, Brigif Cimahi, yg notabene adalah pinggiran / jauh dr sentra kota Bandung. Acara ini menampilkan puluhan band hasil seleksi dr Panitia, untuk menyegarkan kembali raga kawula penyembah musik hingar bingar ini. Selain pengisi acara yg sengaja diundang, ada pula Welcome Stage yg diisi lebih dari puluhan band hasil seleksi untuk menyaring talenta2 segar yg bertebaran. Nice move, dikala band2 baru yg mempunyai talenta tdk mempunyai kanal, kemana mereka harus tampil dan mendapatkan spotlight, ini adalah salah satu wadah bagi mereka unjuk karya. Thumbs up.

Sekitar jumat sore, mendengar kabar bahwa tiket tembus 10rb lembar. Fantastis. Antara kagum dan sedikit curiga, apakah ini gimmick marketing. Jawaban akan ada dihari eksekusinya…

Pagi hari pada hari H, 16 sept ’12, jam 8.30 pada saat menemani RI1 soundcheck di lokasi, mendengar kabar telah tembus 17rb lembar tiket presale. Ohmygoat, prediksi penonton pasti akan meledak tembus ke 20.000 lebih…

Gw hadir di event ini, untuk membantu seksi backing vocal pada lagu Obskuriti yg akan dibawakan oleh RI1, band sempalan dr Boomerang yg beranggotakan 2 frontman band tsb, Roy Jeconiah (vocal) dan John Paul Ivan (gitar). Dua musisi yg dari dulu gw idolakan, ga nyangka bisa ikut bantuin. Hihihi…

Line-up band yg tampil di Main Stage, adalah kumpulan band2 hasil seleksi ketat dr panitia dalam mengangkat kualitas yg setara dgn nama event ini. Ya, pilihan yg sangat beragam, mulai dr hard-rock bands sampai deathmetal terpapar disini. Nice move, jarang kita bs mendapatkan range sub-genre pada event2 seperti ini.

Selain Main-Stage, ada Welcome Stage, yg posisinya tentu saja menghadang para hadirin yg baru saja memasuki area, dihimpit dengan booths para vendor clothing, aksesories dan food-n-beverages, of course. Oh, ada 1 booth segede gaban, booth Guiness. Well, tentu saja, musik hingar bingar ini, memang lebih nikmat dinikmati dgn usapan dingin namun khas dari beer yg disiapkan oleh vendor yg 1 ini. Just thinking, seandainya Bintang bs ikutan terus di event serupa 🙂

Welcome Stage ini sepertinya diperuntukan buat band2 hasil audisi. Well, this is good. Suatu spot buat band2 baru yg punya karya, menjadi etalase bagi mereka tuk unjuk gigi dan karya, agar diketahui oleh khalayak lebih ramai. Another point plus for this event. Thumbs up.

Waktu bergulir terus, para penampil di Welcome Stage dan Main Stage terus bergiliran menyajikan distorsi dalam racikan masing2. Gw ga akan review band satu per satu. I’m not that good, I’ll write something different.

Ada bbrp hal unik disini. Roxx, didaulat tampil juga di posisi prime-time. Klik! Langsung mengerti sang mastermind dr penyusunan line-up ini. Mereka ingin membawa kembali, dewa2 yg dulu menjadi pionir Rock N Roll di Indonesia. Salah satunya, Roxx. Band yg dikenal sebagai Metallica-nya Indonesia, tampil memukau, dgn tembang2 lawas mereka, pun dgn lagu terbaru mereka yg akan dituangkan di album yg segera dirilis, Jauh Dari Tuhan. An amazing title, isnt it?

Membuka senyap dgn lagu “Dari Dulu”, Roxx tampil prima. Ya, mereka udah ga muda, kalo ga mau dibilang gaek. Gurat2 penuaan malang melintang di muka punggawa mereka, terutama Jaya dan Trison dan Iwan serta Tony. Kecuali, pada wajah segar Raidensoe dan DdCrow 🙂

Disini, beberapa audience sing a long. Termasuk yg nulis celoteh ini. Ya, lagu ini sedikit curhat memang liriknya. Makanya org gampang jatuh hati dgn lirik lalu ke seksi musiknya. Ha!

Bergulir ke lagu selanjutnya. Roxx menghajar dgn bbrp lagu lama mereka. Terlihat lebih banyak yg ikut bernyanyi bersama. Dan, selayang pandang yg gw lempar ke arah penonton depan barikade, membawa satu inspirasi dalam menulis.

Seorang pemuda, berkaus butut berwarna putih, bercelana pendek. Tampak kumal. Dia berdiri diantara penonton yg duduk, lelah sedari pagi menghadiri perhelatan ini. Sembari menonton Roxx.

Pemuda ini, acuh pada sekitarnya. Dia meliuk. Dia berjoget asik. Dia berloncatan. Dia mengangguk-anggukkan kepala sembari tangan melambai2 dan jemari khas metal dia bentuk.

Terlihat muka sang pemuda, begitu lepas. Begitu … Ah, susah gw jelasinnya. Dia begitu enjoy. Terlepas dari segala yg ada. Dari segala yg mungkin membebani, yg memenjarakan, dari rutinitas memuakkan setiap hari, bertahan hidup. Hidup yg, mungkin, tidak sederhana dan tidak segampang kalian2. Menikmati pertunjukkan, dengan acuh dan tetap berjoget, sesekali berteriak mengikuti lirik yg tersembur pada bait2 lagu Roxx. Menikmati hard-earned-money yg lalu dibelikan tiket event, menghabiskan energi yg dia punya.

Merinding gw liatnya. Betapa, Rock N Roll menjadi pelepasan bagi jiwa2 yg terpenjara. Mereka2 yg terjebak, tak bisa berontak. Rock N Roll menjadi pintu mereka melepaskan beban. Melepaskan energi yg selama ini terpenjara. Dan tak tau harus kemana disalurkan.

Bukankah ini bagus? Positif? Dibandingkan mereka menyalurkan energinya dengan bergabung ke group2 vandalis atau ormas2 fasistik? Bukankah mereka bisa menjadi bibit bagus bagi potensi pengacau, jika tidak cerdas2 memilih pelepasan?

Gw ga bisa ngomong lebih banyak. Trip gw ikut RI1 ini ke Bandung Rockin Fest, membawa 1 lagi pandangan close-up, realita dan penyadaran, betapa anugrah yg kita punya, Rock N Roll, menjadi banyak guna, termasuk pelepasan bagi saudara2 kita yg membutuhkannya. Sangat.

In The Name of Rock N Roll….

Iklan

Disini, maupun Disana.

Disini, maupun Disana.

Ga akan ada bedanya.
Hanya masalah waktu, selalu.

Waktu adalah anak tangga.
Penantian adalah langkah.
Pencapaian adalah segalanya.

So lets fly baby.
Lemme sit on that chair first.
I’ll be waiting….

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑