Kemarin, 19 nov sekitar jam 4 sore dpt bbm dr seorg kawan yg memberitakan kondisi seekor anjing yg digebukin warga, perkiraan sementara kedua mata buta, tangannya patah. Terancam dibuang owner kost krn bnyk yg minta utk dimakan.kondisinya sgt ketakutan dan situasi kost mencekam krn bs sewaktu2 dibuang atau dikonsumsi. Broadcast tsb mencantumkan pin bb yg menampung shishi sementara. So i tried to contact them first. Ada kawan yg bersedia foster alias rawat sementara. Kontak person dimana shishi berada, sepertinya kewalahan mendapatkan respons yg luar biasa dr kawan2 pecinta hewan. Gw sendiri dah bbm, dan hanya di-read. Dimengerti kondisinya, pasti lg ribet bgt. Lalu ada respon muncul, dan bilang dia mau pikir2 dulu krn br pertama selamatin/rescue anjing. Tentunya sikap berhati2 ini perlu agar Shishi tdk jatuh ke posisi yg lbh buruk lagi.

Seperti tercium blm mengenal kami para rescuer, ini pun kami pahami. Lalu sepertinya ada yg meyakinkan beliau bhw kami (dlm hal ini gw dr Animal Defenders dan Vidia dari House of Strays – foster home) adlh org2 yg memang yg berkecimpung dlm dunia ini.

Jam 17.47 masuk bbm yg mengizinkan kami tuk ambil Shishi dan direlokasi segera ke Foster home, Vidia, di bilangan Sinabung, Jaksel. Kami lsg meluncur, membelah bayangan macet dimana2 kala Jakarta sedari sore diguyur hujan lebat. Benar saja, di tol priok arus kendaraan terhenti, macet laksana parkir drive in. Hoaaah… Pdhl ga sabar pgn buru2 liat kondisi aktual shishi.

Pukul 9.45 kami sampai dilokasi, bilangan Sunter. Bertemu dgn ko Vivin dan Ci Poppy, serta shishi. Well, this is the good news : DIA TDK PATAH TANGAN dan sekilas kondisinya aman.

Going for a closer look, sambil mendengarkan cerita ci Poppy. Ya, dia buta. Sepertinya buta karena Katarak.

Shishi mampu berjalan normal. Walau agak tertatih. Namun dia tdk bs melihat dan hanya mengandalkan penciumannya. Sepertinya riapun tdk bereaksi akan suara. Ada kemungkinan juga tuli sepertinya. Pamit ke toilet stlh menahan si otong tuk ga mancur di botol aqua karena macet yg menggila, lalu balik lagi liat shishi yg kali ini tiduran, dan seperti merintih / mengerang kesakitan. Entah apa yg dia rasakan, bagian mana. Luka terbuka sama sekali tdk ada.

Ci Poppy bercerita, bahwa penemu shishi ini dulu melihat shishi sedang dipukuli bbrp org dewasa, warga sekitar lokasi dimaksud, dan memberikan pertolongan serta dibawa pulang dlm kondisi kaki patah, darah mengucur dr mata dan telinga. Karena beliau tdk punya pengetahuan merawat anjing apalagi anjing sakit, beliau merawat dgn nurani penyayang hewan, dan kebetulan pelihara kucing. Beliau urut2 dan rawatb baik2. Namun posisi yg ada dirumah yg notabene kost/kontrakan, membuat beliau tdk leluasa. Penemu shishi ini bertemu dgn ci Poppy krn urusan kucingnya yg hilang, lantas bertemu dan melihat shishi, lalu dipindahkan ke rumah ci Poppy.

Cerita ci Poppy seru, dan kami terpaksa menyudahinya karena harus mengantar Shishi ke Vidia. Udah larut malam, dan sampe dirumah Vidia sekitar jam 23.00. Belum 10 menit berjalan, Shishi muntah dan baunya, busuk sekali. Untuk pertama kalinya selama rescue, baru kali ini gw lsg muntah. Busuk sekali. Sigap ambil baju serep, dan… Hop! Jadi penutup hidung (walau ga efektif).

Sesampainya di Sinabung, Shishi lsg masuk kandang karantina tuk penyesuaian dan menghindarkan hal2 buruk mengingat dia buta.

Dan shishi itu adalah Senior Dog alias dah jompo. Udah banyak benjolan dibadannya, tumor. Well, itu kondisi faktualnya. Shishi berhak atas hidup yg layak dan jauh dr siksa dan ketakutan. Ini yg perlu kita tekankan selalu.

Skrg shishi aman ada di foster home, selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lengkap dokter hewan terpercaya tuk diberikan pertolongan yg diperlukan. Di tahap ini, koordinasi ada ditangan Vidia. Kawan2 yg mau mengunjungi, membantu dlm bentuk apapun bisa hub Vidia di @vidoth atau 0811146349.

Yg perlu digarisbawahi adalah: kondisi yg tidak sesuai dgn broadcast yg menyebar serta berita di twitter.

Kondisi yg tercantum tsb, adalah KONDISI SAAT SHISHI DITEMUKAN PADA BULAN JANUARI LALU. Tidak jelas siapa yg memulai broadcast yg terkesan berlebihan tsb. Tapi menggalang keprihatinan tapi tdk sesuai kondisi faktual aktual adalah SALAH menurut kami. Apa yg dipersiapkan, direncanakan para Rescuers dan pendukungnya akan tidak tepat.

Kami memohon agar kawan2 yg mgkn meng-inisiasi kepedulisn, agar memberitakan hal yg sesuai dgn kondisi, agar tindakan pertolongannya tepat guna.

Jangan jadikan kritik ini untuk kalian mengendurkan kepedulian, tapi jadikan agar alur pertolongan tepat guna, tepat sasaran dan tepat waktu. Didunia rescue, dinamika lapangan sgt tinggi dan pihak2 yg terkait harus siap sedia mengatasi.
Mari minimalisir ketidak-tepatan pelaporan agar tdk terjadi salah persiapan.

For a better animal welfare…..

*NB : Thx to Ci Poppy +Ko David, Vidia n House of Strays, serta semua kawan2 yg membantu dlm bnyk hal lainnya yg tak kalah pentingnya, serta komunitas pecinta hewan lainnya.

Woof!

Iklan