Find Me A Deal

Hidup dan bernafas bersama anak2 yg berlatar-belakang berbeda2 namun punya benang merah yg sama: akibat ulah manusia. Dianiaya, ditelantarkan, terbuang, terancam hidupnya, hingga alasan2 beralaskan indoktrinasi serta alasan2 nonsense lainnya.

Mengambil mereka dr jalanan. Dari rumah2 kosong yg ditinggalkan penghuninya tanpa mengajak serta hewan2 malang ini. Dari selokan bau busuk dimana mereka bersembunyi menghindar dr aniaya para pembencinya. Dari kejaran para pemburu daging anjing. Dari ancaman para security yg beralaskan hewan2 ini mengganggu lingkungan. Dari tangan owner2 yg memperlakukan mereka dgn tidak semestinya.

Menjaga mereka di rumah singgah dan shelter. Mondar-mandir urus mereka yg harus dpt perawatan dokter. Memberi makan lsg dari tangan kami. Mengelus mereka sejak mereka giat bermain sampai terlelap kecapean. Memilah bulu2 mereka, menyapu jika ada kutu2 baru yg menempel. Memandikan mereka, membasuh dan mengeringkan bulu sampai melihat mereka kembali main2 sesukanya dan kotor kembali.

Melihat mereka berkejaran, bercanda dan bergumul akrab. Melihat mereka antri saat dibagikan snack dan makanan. Merapikan makanan yg terburai akibat sepak kaki saat mereka berlari dan rebutan makan.

Merawat mereka kala susah makan. Kala mereka terindikasi cacingan. Kala mereka sakit. nyuapin mereka kala sang induk tak lagi mengeluarkan air susunya, atau bahkan menjadi induk bagi bayi2 yg tak diberi kesempatan hidup berkembang bersama sang induk.

Dan kini, diam tak berkutik kala Parvovirus mengambil anak kami satu per satu, per 7 juli jam 18.00 15 anak kami direnggut paksa oleh mahluk bernama parvovirus.

Diam tak berdaya. Tak mampu berbuat selain mempercayakan anak2 yg positif parvo dirawat oleh para Vet yg terpercaya.

Dan diam tak berdaya, kala hati ini dicukil bagian demi bagian, kala tau anak2 kami diambil satu per satu.

Mematung melihat mereka dikuburkan di halaman.

Bergabung mereka. Kali ini bukan untuk antri dielus. Disayang2. Diberikan snack. Dikasih makan. Bukan.

Kali ini, mereka bergabung di halaman, dikuburkan.

Satu pinta yg selalu mencuat.

Find me a deal. To whom who is capable to do it. Give us our kids back. I’ll trade with everything, even with my life.

Find me one. Please.

Iklan