Tuhan….

Begitu mereka memanggilmu.
Namun tidak bagiku.

Namun agar mudah mencerna,
Mari kita panggil seperti itu saja.

Tuhan, maafkan aku atas banyak hal.
Maafkan aku, tidak mengakuimu.
Maafkan aku, banyak memiliki tanya akan konsepsimu seperti org2 normal.

Tuhan, seperti deskripsi mereka, engkau maha mengetahui dan maha merencanakan.
Maka inilah aku berdiri, bagian dari rancanganmu selama ini.
Dimana aku berdiri tak memperdulikanmu sama sekali.

Tuhan, jika engkau maha pengasih, limpahkan kasihmu kepada orang yg tak berbelas kasih, agar keseimbangan terjadi.

Tuhan, terimakasih atas semua teka-teki hidup.
Engkau tentunya membuat bingung umatmu yg bertanya jika berpijak sepertiku.
Jika ada kejahatan terjadi, mengapa engkau biarkan? Jika engkau sanggup namun diam saja, engkau kejam. Jika engkau mau bertindak tp tak berdaya, maka engkau tidak kuasa. Jika engkau tidak sanggup dan tidak bs bertindak, bagaimana dgn deskripsi tadi, ya Tuhan?

Apapun, ada engkau ataupun tidak, dunia harus berimbang. Alam kami sekarat. Bantu kami, sentil umatmu yg sotoy ttg dirimu bahkan aku yg sok monolog kepadamu.

Sampai Jumpa….

Sincerely,
Your Loyal Opponent

Iklan