Cari

Kucing Budug

serangkaian celoteh tentang apa yg melintas dikepala. itupun jika jemari ini sempat menari di keypad. @doniiblis for a quick response.

Kategori

Uncategorized

Tragedi Gilimanuk dan kecerobohan owner

Berita ttg pemusnahan puluhan anjing di Gilimanuk sore ini, telah menyebar kemana2 dan sepertinya ada kekeliruan besar dibalik kasus ini.

Pertama, kita, dalam posisi pemilik anjing, jika ingin berpergian atau terlebih pindah domisili ke suatu daerah, alangkah baiknya jika kita mengecek terlebih dahulu peraturan daerah terkait atas alur masuk+keluarnya hewan, termasuk hewan2 peliharaan dan HPR (Hewan Penular Rabies) yakni kucing, anjing, kera.

Kedua, penuhi standar minimum kesehatan peliharaan kita dengan vaksin secara rutin. Simpan buku vaksin/dokumen terkait, dan bawalah serta jika berpindah tempat.

Pada kasus Gilimanuk, kita harus berimbang menyikapi. Bali ditetapkan sebagai kawasan karantina penyakit anjing gila / rabies sesuai dgn Permentan no.1696 thn 2008, dan Perda Provinsi Bali no.15 thn 2009 ttg Penanggulangan Rabies, berikut tata cara penanganannya.

Artinya, arus keluar masuk bali atas hewan penular rabies, termasuk anjing kucing, dilarang. Pelanggaran atas hal terkait, akan berimbas pada penolakan/pemulangan hewan tsb jika owner/pembawa/pengirim bisa hadir/dikontak/diminta tuk bertanggungjawab mengembalikan mereka. Jika tidak ada yg bertanggung, maka petugas karantina terkait akan melakukan tahapan paling akhir yg bs mereka lakukan, pemusnahan HPR. Logis, mereka hrs kirim balik kemana hewan2 yg tak berpenanggung-jawab ini, dan tdk mgkn meresikokan daerah lain menerima hal tsb.

Dalam hal ini, integritas petugas perlu kita hormati.

Dua kucing persia dan bbrp burung dikirim balik ke daerah asal karena ada yg bertanggungjawab.

Yg menjadi permasalahan adalah pengirim/pembawa hewan tersebut, berani2nya coba memasuki daerah yg mempunyai Perda ttg area bebas rabies dan melarang arus keluar masuk anjing kucing kera.

Karena ketidaktahuan, ketidakpedulian, atau mungkin masih menganggap petugas bs di”damaikan” dgn uang, maka hewan2 ini yg menjadi korban.

Kami menghimbau, kawan2 yg hendak mengirim anjing/kucing ke area tertentu, untuk mengecek peraturan daerah terkait terlebih dahulu. Googling mudah bukan? Daripada berujung kematian yg tdk perlu.

Daerah lainnya selain Bali ada Papua, pandeglang, NTB, Lampung, dan bbrp daerah lainnya.

Mari, jadi owner dan pemerhati hak hidup satwa yg lbh cermat, dan berimbang dalam menyikapi sesuatu. Jgn hanya bermodal emosi dan informasi yg timpang, lalu ikutan menyebarkan info yg kurang berimbang + fair.

Salam,

KITA. PENCURI.

Masih gatel mau meluruskan (lagi) soal pelekatan istilah “mencuri” bagi hewan2 yg ada disekitar kita. Bosan? Silakan. Gw gak. Ga peduli apa kata kalian, setidaknya jika satu org saja bs tergugah melalui celoteh ini, dimandikan dgn air es kala terik matahari menyengat tanpa ampun.

Mencuri.
Kucing. Anjing. Kera. Kancil.
Siapapun yg kalian tuduh mencuri itu.

Apakah mereka mencuri lebih banyak dari sekedar mengenyangkan perut mereka yg selalu rutin menggetarkan sinyal lapar alamiah?
Tidak.

Apakah mereka mengambil banyak dr kebutuhan sekali makannya dan menyimpannya di balik semak, di urukan pasir, atau bahkan di lemari makan?
Tidak.

Mereka menjalankan kodrat alami mahluk hidup. Makan untuk survival.

Patut diingat, kita lah yg berlaku sebaliknya. Ambil, keruk sebanyak2nya dr alam, buat diri sendiri, tak peduli apa.

Alam ini bisa berjalan normal saja tanpa kita, manusia.
Alam ini tidak akan compang camping jika manusia tidak ada.

Namun sebaliknya, kita akan seperti apa tanpa dukungan alam?
Apa jadinya kita tanpa tumbuhan?
Apa jadinya kita tanpa hewan?

Jangan angkuh.

Kita lah sang pencuri itu.
Kita lah yg membuat mereka mengambil sedikit dr kita.

Kenapa marah? Kan kita yg mencuri banyak dr alam.

Kita, manusia. Gagah perkasa? Mungkin.
Gagah perkasa kepada siapa? Yg lemah tak berdaya mempertahankan diri jika kita amuk? Rasanya, menjijikkan jika kita masih berlaku seperti itu.

Merasa gagahlah engkau, jika berani membusungkan dada dan menantang dgn tangan kosong, seekor beruang grizzly. Itu baru sepadan dgn arogansi kita.

Senapan digenggam. Kucing yg dijadikan target. Anjing dibantai. Sampai disitu kah rasa berkuasa mu?

Dgn sedikit “kuasa” ditanganmu itu saja, engkau telah lalim.

Bagaimana jika kuasa tersebut diperluas, ditingkatkan? Tak terbayang.

Pernah ada hewan yg semena-mena menghabisi manusia karena ingin memenuhi rasa senang saja? Jawab sendiri.

Jangan pernah labeli hewan yg bertahan hidup ini dengan MENCURI. Mereka mengambil apa yg menjadi hak mereka.

KITA YANG PENCURI.

Mengerti – Pahami – Maklumi

Bergidik, jelas. Melihat foto seekor kucing dengan genangan darah disekitar kepala, dilantai dimana dia tergolek lunglai tak bernyawa.

Yg lebih bergidik, posting ini dibuat oleh pelaku penembakan kucing ini, dan mengakui dgn bangga inilah kucing kelima dari sembilan kucing yg dia bunuh dgn senapan angin.

Pelaku udah kami, Animal Defenders Indonesia, laporkan ke Polres Sleman dengan pasal 302 KUHP ayat 2. Polisi berjanji maximal 1 minggu sudah ada follow up. Kami berharap ini akan menjadi tonggak penegakan hukum atas animal-abuse / animal-cruelty yg selama ini belum pernah berdiri tegak.

Gw ga mau bahas soal sompret diatas. Muak. Rasanya pengen eye-for-an-eye, fight fire with fire. Tapi, pada titik ini, semua udah ga bisa seperti dulu. Semua harus tertata dan lebih fokus demi tujuan jangka panjang. RIP old me.

Gw mau bahas sedikit tentang si pelaku, termasuk kita, berandil kepada perilaku si mpus.

Kenapa pelaku berlaku kejam? Awalnya, mengaku bahwa mereka adalah korban testing peluru senapan anginnya yg terbaru. Lalu melalui komen di posting tersebut, menyatakan bahwa itu dipicu pelaku kesal karena kucing2 tersebut sering mencuri di rumah pelaku.

Sebentar. Ada yg mau langsung gw protes dulu. Ini biasa terjadi dimana, bahwa kita menggunakan definisi kita atas apa yg dilakukan oleh binatang. Jelas, gw merasa perlu untuk memposisikan ini dalam kondisi yg lebih adil, lebih proporsional.

Kucing, mencuri, menurut definisi manusia, kita. Kenapa dia mencuri? Karena dia mengikuti insting survival. Dia harus makan, no matter what. Apakah dia akan makan dr sampah-sampah kalian, apakah dia akan berburu hewan mangsa dia, apakah dia akan menyelinap diantara kaki kalian kala kalian bersantap dirumah makan, apakah dia harus beraksi sampai ke meja makan kalian, itu adalah survival. Kucing, ga bs berkata gamblang “saya lapar, tolong kasih makan saya”. Tapi kucing yg biasa berinteraksi dgn manusia, akan mengeong. Bunyi dan intonasinya beda. Perhatikan. Beda nada dan intonasinya dengan tujuan lain dia. Kalian, maaf, kita, yg harus lebih peka. Oh, ini dia lapar. Kita WAJIB bantu si mpus.

Si mpus ini apakah bisa utang ke warung kala dia lapar? Tidak.

Si mpus ini apakah bisa minta ke temannya, kala dia lapar? Tidak.

Si mpus ini apakah bisa membeli makanan ke warung? Tidak.

Si mpus, karena lingkungan yg semakin tidak menyediakan makanan buat dia, akan “menginvasi” area makan kalian. Akan mempertahankan hidupnya, dgn apapun cara dia mendapatkan makan. Kenapa dia menginvasi area makan / meja makan kalian? Karena dia lapar. Kenapa lapar? Karena, mungkin, cara mudah menemukan makanan disekitar dia, makin susah. Kenapa makin susah? Karena, perkembangan lingkungan yg makin tidak mendukung dia cari makan. Atau, kalian tidak mau membantu dia. Hey, lo bisa pake gadget bagus, baju keren2, kendaraan punya, dan sederet apalah itu di daftar property lo, tapi lo ga mau berbelas kasih sediain makan buat mereka? Oh yeah. Great.

Lo mau kucing2 ini ga “mencuri”? Sediakan makanan. Simple, right?

Lo mau kucing2 ini ga sembarang boker / kecing? Kita bantu sediakan bak-bak plastik berisi pasir zeolit. Ini akan sangat membantu mengurangi pup+pee mereka dimana2. Pasir zeolit bs kalian cuci, bersihkan, lalu jemur dan dipake ulang. Hanya butuh sejumput kerelaan dan sebungkus niat membantu, semua beres.

Ketika kita melihat ada kesalahan dari mahluk lain, dalam hal ini, kucing, kita punya andil disitu. Kita, ikut bersalah. Kita, punya kemampuan mengkoreksi kesalahn tersebut. Terkutuklah kita, yg mempunyai kemampuan mengatasi masalah, namun berdiam diri. Ga mau repot. Ga mau mengurangi “kesalahan” si mpus yg efeknya ke kita dan lingkungan. Tapi hanya bisa menuding si mpus yg bersalah. Kalian meneruskan bibit tirani yg memang telah tertanam di manusia, kodratnya.

Ada di comfort zone, lalu menjadi malas tuk berbuat, lalu masuk ke zona “komentator” alias kaum yang cuma bisa cuap2, komen sana sini, cuma bisa marah2, cuma bisa sibuk ngomel di socmed, dan cuma ambil tindakan pintas mengatasi masalah tanpa bijak melihat apa yg menjadi permasalahan sejatinya. Oh yeah.

Maju selangkah lagi yuk. Kita keluar, dari comfort zone kita. Ga muluk2 ngarepin lo ikut join di battle zone. Cukup keluar 1cm dari zona nyaman kalian, repot2 sedikit buat si mpus. Mengerti dia, pahami. Maka kalian akan maklum. Dengan maklum, kalian akan tidak merasakan gangguan apapun.

Mengerti – pahami – maklumi. Tiga urutan yg sebaiknya kita pakai dalam menganalisa sesuatu seperti ini.

Maukah kalian?

Semua kembali ke nurani.

Tengok sedikit ke dalam situ.

Sibak.

Masih ada di hatimu? Bagus.

Selamat. Anda harus bergerak. Demi mpus-mpus dan mahluk2 lain yg butuh bantuan diluar sana.

Butuh lebih dari sekedar komen atau nyinyir tuk bisa ubah dunia.

Gw percaya, lo bisa.

Salam…

Mengatasi anjing/kucing yg takut suara petasan

Malam pergantian tahun akan segera tiba.
Kebiasaan (barbar) yg selalu berulang akan segera kembali menghantui: ledakan petasan dan kembang api.

Para pawrents atau kawan2 yg memelihara anjing dan kucing, tentunya akan waswas. Ketakutan dan paniknya anak2 ini akan menjadi kekhawatiran tersendiri. Berikut tips berdasarkan pengalaman pribadi handling anjing2 yg takut akan suara2 ledakan petasan / kembang api.

1. Bersiaplah diantara mereka, saat frekwensi ledakan akan banyak terjadi.

2. Bangun atmosfer tenang, luwes dan canda. Bermain2lah dgn mereka.

3. Saat terjadi ledakan petasan, tetap tenang. Like nothing happened. Jgn berteriak2 nyumpahin petasan, toh dia udah meledak. Hehehe.

4. Sifat tenang kalian, akan diserap dan diterjemahkan oleh anjing/kucing kalian, bahwa bukan sesuatu yg hrs ditakutkan ttg suara ledakan tsb.

5. Jgn memarahi anjing/kucing yg panik dan ditimpali dgn kata2 perintah lain dgn nada tinggi. Its useless. Jgn gunakan “reinforcement”, namun gunakan pendekatan psikologis. Jadilah panutan mereka.

6. Ketika mereka ketakutan, JANGAN DIELUS/PELUK. Kenapa? Hal tsb adalah konsep “rewarding” alias “hadiah” atas perilaku. Anjing/kucing akan merasa ketakutan mereka, perilaku panik mereka, diperbolehkan dan mendapatkan perlindungan sang owner. Ini salah.

7. kala mereka ketakutan, tetap tenang. Terus becanda. Tatap mata mereka, teduh saja. Tapi tanpa elusan.

8. Sebaiknya dijaga sekeliling lingkungan, misalnya pagar terkunci benar, pintu tertutup, etc. Agar menghindari lari/kaburnya anjing/kucing saat membiasakan mereka dgn suara mengagetkan ini.

9. Saat petasan/kembang api mereda, dan mereka bisa tenang, reward lah mereka, elus dan sayang2 serta katakan “GOOD”. Ini akan membangun kepercayaan diri mereka.

10. Tiada yg instan. Ini proses. Ayo tekun. Pahamilah, bahwa anda pun terganggu dgn suara petasan. Demikian mereka. Jgn bereaksi terlalu keras ketika mereka tdk menunjukkan hasil. Mgkn lbh baik kita introspeksi diri: apakah kita sudah tenang, apakah kita sudah menjadi panutan, apakah kita sudah dipatuhi sbg pack leader.

Selain upaya defensif ini, tentunya kita harus terus kampanyekan ke sekeliling kita, bahwa petasan dan kembang api yg suaranya mengagetkan / memekakan telinga adalah hal yg negatif dan tidak berimplikasi bagus buat sekeliling.

Pembeli dan Penyulut petasan pun tutup kuping saat mereka sulut petasannya. Udah beli, kenapa malah tutup kuping dan bukannya menikmati suaranya? Hehehe. Atau mending mereka suruh pasang saja dikamar masing2. Enjoy it (“,)

Well then, keep calm and assertive. Be a good pack leader.

Salam

Liputan Animal Defenders di Metrotvnews.com -Komunitas Pelindung Hewan

http://m.metrotvnews.com/read/newsprogram/2013/08/20/18788/695/Komunitas-Pelindung-Hewan/Wideshot

Liputan Animal Defenders di Metrotvnews.com -Komunitas Pelindung Hewan

http://m.metrotvnews.com/read/newsprogram/2013/08/20/18788/695/Komunitas-Pelindung-Hewan/Wideshot

Donasi Shelter

Kawan2 yg ingin membantu shelter dan rescue, baik lepasan maupun rutin bulanan:

Donasi aktivitas shelter, rescue, pemeliharaan, vet, kennel boys, etc:

BCA 8810255201 a/n Doni Herdaru Tona.

Donasi pun bisa berupa dogfood+catfood atau bahan bangunan. Saat ini 3-9-2013 populasi di shelter ada 68 anjing dan menghabiskan 1 karung dogfood 20kg minimum per hari.

Makanan tambahan berupa kepala ayam/ceker/ati ayam atau daging lainnya juga diterima dgn senang hati.

Agenda pembangunan masih panjang, namun yg kami perlu bangun skrg adalah rumah kucing dalam shelter.
Untuk pembangunan, gunakan rekening ini:

rek mandiri 006-00-0746425-2 a/n Doni Herdaru Tona
KCP Jkt Rawamangun Pegambiran

Shelter terbuka tuk kunjungan publik, setiap hari 09.00 – 18.00.

Alamat shelter akan kami berikan, silakan kontak via line: doniiblis atau whatsapp 081219781976

Adopsi gratis, langsung dr shelter, datang dan berinteraksilah dgn pilihan2 anda, and let us see how the chemistry goes ūüôā

Pun, bisa cek adoption list di
http://www.animal-defenders.net

Salam,
Animal Defenders

Loyal Opponent

Tuhan….

Begitu mereka memanggilmu.
Namun tidak bagiku.

Namun agar mudah mencerna,
Mari kita panggil seperti itu saja.

Tuhan, maafkan aku atas banyak hal.
Maafkan aku, tidak mengakuimu.
Maafkan aku, banyak memiliki tanya akan konsepsimu seperti org2 normal.

Tuhan, seperti deskripsi mereka, engkau maha mengetahui dan maha merencanakan.
Maka inilah aku berdiri, bagian dari rancanganmu selama ini.
Dimana aku berdiri tak memperdulikanmu sama sekali.

Tuhan, jika engkau maha pengasih, limpahkan kasihmu kepada orang yg tak berbelas kasih, agar keseimbangan terjadi.

Tuhan, terimakasih atas semua teka-teki hidup.
Engkau tentunya membuat bingung umatmu yg bertanya jika berpijak sepertiku.
Jika ada kejahatan terjadi, mengapa engkau biarkan? Jika engkau sanggup namun diam saja, engkau kejam. Jika engkau mau bertindak tp tak berdaya, maka engkau tidak kuasa. Jika engkau tidak sanggup dan tidak bs bertindak, bagaimana dgn deskripsi tadi, ya Tuhan?

Apapun, ada engkau ataupun tidak, dunia harus berimbang. Alam kami sekarat. Bantu kami, sentil umatmu yg sotoy ttg dirimu bahkan aku yg sok monolog kepadamu.

Sampai Jumpa….

Sincerely,
Your Loyal Opponent

When the world stops turning

Salah satu malas yg maha dahsyat buat gw, nulis kenangan ttg kematian/kehilangan seseorang, sesuatu, atau apapun yg punya dampak besar di porak-porandanya perasaan dan yg sering org sebut dgn Hati.

Ngetik ini aja estafet.

Bentar2 diclose. Lanjutin bbrp saat kemudian. Bahkan lebih dari seminggu tuntasin ini.

Berat bgt tuk bongkar lemari ingatan, apa2 saja yg jadi helai memory hari demi hari yg terekam jelas sebagai moment2 utama di hidup target yg akan gw ceritain.

Sekitar februari tengah, gw terima laporan via twitter. Pelapor ini nemu 2 anak anjing, didalam plastik kresek warna hitam, diikat erat. Ditemukan disebuah halte di cengkareng.

Entah apa maksudnya manusia yg buang mereka. Apakah ingin taro mereka lalu menuju lokasi berikut, seperti skenario pencurian. Atau sengaja membuat mereka perlahan mati lemas.

Pelapor cerita dia sangka bungkusan yg bergerak2 itu tikus. Tp seperti ada suara rintih anak anjing. Dia selidikin ternyata benar anak anjing.

Via telp kami bicara, dan minta dia antarkan dua anak anjing ini ke Rumah Singgah Ciledug.

image

Eva Braun dan Evita Peron, gw namain mereka. Eva Evi. Terinspirasi dari dua wanita yg mendunia, walau berbeda latar belakang. Berharap mereka membesar dan sehat selalu.

Mendarat di ciledug 16 Februari 2013 malam.
Dua bocah ini, ketakutan parah ketika sampai di Ciledug. Well, gpp. Toh proses adaptasi. Lalu mereka perlahan beradaptasi dgn anjing2 lain disini. Walau udah ga ketakutan, mereka ttp asik main berdua saja, sesekali puppies lain ikutan seru2an…

Hari2 kemudian adalah cerita berbeda. Kedua bocah lucu mungil ini menjadi salah 1 keriaan tersendiri di Rumah Singgah Ciledug. Rumah Singgah bagi hewan2 terlantar dan teraniaya sebelum mendapatkan adopter. 

image

image

image

image

image

image

Melihat perkembangan yg bagus dan kesehatan yg stabil, menggulirkan mereka pada proses siap tuk diadopsi. Karena, mereka tandem alias gandeng banget, gw cari adopter yg sanggup dan mau tuk adopsi mereka berdua sekaligus. Ga gampang. Ada yg mau, tapi tanya ras apa. As usual, gw lsg males. Ada yg mau, ras apa aja, tapi satu aja. Sampai suatu ketika menawarkan mereka tuk diadopsi oleh salah 1 ibunda penggiat kepedulian hewan2 terlantar. Beliau mau, tapi butuh waktu sepertinya. 

image

Waktu berjalan, gw sendiri jadinya ga tega klo mereka diadopsiin. Dah biar deh jadi anak gw aja selamanya. They were just too sweet. Really. Karakter mereka, yg sepertinya memang terkait dari trah mereka, yg riang, cerewet, aktif banget, bikin suasana shelter mini ini jadi ceria. Balanced. Makan ga pernah rewel, malah agak unik, mereka suka bgt buah2an. Rambutan, duku, duren, etc. Tapi jumlahnya dijaga, biar ga mempengaruhi perut mereka. 

image

image

image

Suatu siang, gw keluar cari makan. Warteg langganan jadi tujuan. Hanya sekitar 20 menit, udah balik kerumah lagi.

Masuk ke ruangan utama, liat Evi tiduran ditempat yg ga biasa, di tengah2 ruang.

Biasanya dia dan Eva sukanya tidur ya nyempil2, ditempat yg tinggi, atau nempel tembok. Ga pernah seperti ini. Gw deketin, bangunin. 

“Hey nak, kok tumben. Pindah yuk.”

No respons. Gw senggol pinggulnya.

“Evi.. Pindah yuk.”

No respons. Aneh. Dia yg sigap bgt klo lagi tidur dan kesenggol.

Baru perhatiin dgn seksama, ga ada naik-turunnya dadanya.

No breath. 

Seketika kayak kena samber petir tengah hari somplak.

Cek sekujur badan, ga ada tanda2 kekerasan/luka. Cek sekelilingnya, ga ada darah atau apapun. Anjing2 lain pun berlaku biasa aja. Badannya masih terkulai lemas, belum rigor mortis.

image

image

Gendong, berharap dia cuma becanda. Gak.
Dia serius, beneran dah pergi. 
Gw gendong, duduk di teras. Michelle, Mabelle dan kawan2 satu per satu cium endus2, penasaran sepertinya. Atau mgkn say goodbye? I dunno. Pengen rasanya biopsi tuk mencari tau penyebab kematian sesungguhnya. Tapi, rasanya ga tega badannya diedel-edel.
Yowis. Kuburin aja.

Si kembar yg tersisa, Eva Braun, kecarian. Lari sana sini, gonggong memanggil kembarannya.

Nihil. Mondar mandir aja. Duduk. Mondar mandir lagi. Duduk lagi.

Gw coba temenin dia. Dan Eva anteng duduk di paha ini. Mgkn gw yg sotoy, tp gw sendiri ngerasa dia nyaman, tadinya kecarian. 

image

Waktu berjalan. Shelter cisalak mulai menunjukkan kepastian berdirinya, dan diawal-awal pendiriannya, chester dan eva adalah anjing2 yg pertama hadir disana, setelah pembabatan semak belukar yg tingginya nyaris se Nasrul.

Kebayang kan, tanah luas yg blm pernah mereka explore, cuaca cerah. Lari sana sini, berkejaran, terguling, lari lagi, duduk disamping gw, kecapean, lalu becanda ringan, dan tertidur. Satu scene yg ga akan bs lepas dari kepala ini. So happy. 

image

image

Eva selanjutnya ikut ke program2 edukasi dan undangan interview dgn stasiun televisi.

Perangainya yg tenang, ga gampang stress, easy going, sok tau, exploratif, serta mudah beradaptasi dgn lingkungan baru, membuat pilihan siapa yg dibawa selalu jatuh ke anak cantik ini. 

image

image

image

Saat wabah parvo menyerang kemarin di juni 2013, 16 ekor anak kami wafat ga bertahan, tumbang dalam kurun 4 hari. 12 dirawat di 3 vet berbeda, dan hanya Eva yg survive dr 4 anjing yg di Vita Pet, dan Austin yg bertahan di Drh. Wywy.

image

image

image

Eva yg diperbolehkan pulang setelah dinyatakan aman namun ttp hrs dikarantina di shelter selama seminggu. 

Selepas minggu pertama karantina, Eva dilepas ke ruang utama. Senangnya bukan main. Teriak2, lari2 heboh, dikejar anjing2 lain yg endus2 dia dan seolah penasaran, where u been, sista?

Hari2 berjalan normal. Tanda2 vitalnya normal saja. Saat dia tidur, gw sering perhatiin. Nafas normal, bau mulut normal, suhu badan normal. Ga cuma eva. Observasi umum gw lakuin ke anak2 lain.

Terlebih jika hujan berkepanjangan. Dah bs dipastiin gw ga nyaman tidur. Kebangun. Harus cek anak2. Walau sblmnya gw tau mereka baik2 aja. 

24 juli.
Eva aneh. Naik ke paha, dan tidur. Posisinya yg bikin bingung. Kaya meluk paha/dengkul gw.

image

25 juli 2013. Hari yg ngerubah mood, pandangan, dan miringnya kapal sikap ini ngeliat hidup, digampar badai yg datang ketika berita ditemukannya Eva dlm kondisi tak bernyawa.

Saat boker di toilet shelter, ada ketukan tergesa.
“Pak, pak…” Suara oki terdengar khas.
“Yo Man, apaan?” Bales gw.
“Pak.. Pak…”
Damn, this is not good. Msh blm cebok. Gw diri, buka pintu sedikit.
“Apaan?”
“Pak, Eva wafat…”
“FUCK!!!! Dimana?”
“Itu disitu, tiduran ditanah”

Rasanya pgn lari aja ga peduli ni pakaian.

Kepala ini lsg terasa gelap. Kencang, keras, panas, sakit. Pengen teriak. Pengen ngamuk.

I put myself together. Gw tenangin diri sebentar. Baru keluar toilet.

Jalan menuju Eva ditemuin. Eva udah dipindah ke dipan biasa dia duduk2.

Gw angkat, gendong. Gw taro mulut gw dimulutnya, gw tiup udara. CPR. Ya. Gw blm bs terima dia wafat. Gw usaha terus. Apa lacur, dia emg ga bergerak lagi.
image

image

image
image

image

image

Gw taro lagi Eva ke dipan.

Beranjak ke area ditemukannya Eva. Ga ada tanda2 apapun. Ga ada darah, kencing, feses, mencret, atau apapun. 

Eva ga suka tanah. Eva ga suka kotor. Dia ga akan tiduran ditanah. Dia akan milih ditempat tinggi. Dipan, tembok, atau bahkan pot dengan tanaman yg enak tuk didudukin.
image

Ada jalan tuk memastikan penyebab kematian Eva. Biopsi. Tp gw ga akan tega liat mayat Eva diobok-obok. Ok, Gw relain kondisi ini, dan minta anak2 siapin liang kubur tuk Eva.

Gw masuk ke kamar, cari kaos gw. Yg gw temuin langsung gw ambil. Kebetulan kaos Animal Defenders gw. Masih bau badan gw. Perfect.

Gw pakein itu baju ke Eva. Merapikan lidahnya yg terjulur. Ciumin dia. Entah yg keberapa.

Menitikkan air mata ini ke dia. Titip betapa sayangnya Papamu ini nak, melalui titikan air mata ini. 

What I hate most from being rescuer and a father to these beautiful creatures is that I have to deal with many deaths, unexpected one, and burry them myself.

Jalan menuju liang kubur Eva, anak2 lainnya ngiringin dibelakang. Michelle, Mabelle, Chester, snowy, etc.

Cek liang kubur. Ukuran pas. Turunin Eva, rapikan, tutup kepalanya dgn baju.

Sampai jumpa, malaikat kecil.

Terimakasih, udah mampir dihidup gw. Lo udah bawa satu lagi makna hidup, dalam artian dan spektrum yg selalu berbeda. Lo ajarin gw gimana caranya selalu ceria hadapin sulitnya hidup. 

Tarik tanah sekitar tuk tutup kubur eva. Merapikan sekadarnya, lalu kawan2 lain take over. 

Masih blm percaya.¬†Berhari2 gw coba let go, I can’t.¬†
image

image
image

image

image

image

image
image
image

image

image

image

Hari senin 28 Juli, gw ambil nisan pesanan.
Lalu beli rumput dan beberapa tanaman hias. Mulai ngedekor taman buat eva, tepat diatas kuburnya.

image
Begitu beresin taman selesai, chester lsg ambil posisi sendiri seperti ini.

image
image

image

image
image

Begitu pula obott dan nando. Semua ambil posisi sendiri.

Hari kamis 1 agustus beli bbrp meter rumput jepang lagi dan bbrp tanaman hias lainnya, plus 3 tangkai mawar.
image
image

And we play some songs in her grave. Berharap bisa bernyanyi bersama kamu, nak…
image

image

image

Gw tau, betapa ini tdk berguna lagi buat dia. 

Boleh gak gw jadi irrasional sejenak?
Boleh gak gw mau anak gw balik lagi?
Boleh gak gw ngarep ini cuma mimpi?
Boleh gak gw dpt 1 perpanjangan waktu, buat Eva dan anak2 lainnya, tuk liat mereka tumbuh dewasa dan wafat seperti umur normalnya?
Boleh gak-Boleh gak lainnya masih banyak.
Masih terlalu banyak…

Eva seperti kembali ke shelter tuk say goodbye, memuaskan rindu setelah dipisah dari yg lain krn parvovirus kmrn.
Mungkin, eva udah saatnya “pulang” saat parvovirus melanda, melihat betapa lemasnya dia dibanding yg lain.

Namun, Eva seperti spesial. Dia dapet extended time tuk dihabiskan bersama kami di shelter.

Namun pada akhirnya extended time itu habis. Dan semua berhenti berputar. Buat gw. 

~~~
I’m here, like I used to be
I’m here, waiting for you
I’m here, sugar. I’m here
I’m here, just come back

Remember the time we spent, baby?
Remember all the pain and joy we went through?

If you can’t come back¬†
Then wait up there, sweetheart
Sooner or later I will join you
We all will meet again
In our own paradise
And there will be no more goodbye
Forever be by your side…
Till then, be good…

I love you.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑